Monday, May 16, 2011

Pemerintah Hormati Langkah Hukum Kubu GT-AP

Jakarta - Ada kemungkinan kubu George Toisutta dan Arifin Panigoro akan membawa kasus pelarangan mereka maju di kongres PSSI ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Terhadap kemungkinan ini, pemerintah akan menghormatinya.

Kongres PSSI sudah makin dekat, namun kisruh yang menyertainya belum juga usai. Komite Normalisasi tak meloloskan George dan Arifin sebagai calon ketua dan wakil ketua umum PSSI, namun Komite Banding meloloskannya, dan akhirnya Komite Normalisasi menganulirnya lagi.

Komite Normalisasi, lewat ketuanya Agum Gumelar, sudah memberi beberapa opsi untuk kubu GT-AP, salah satunya adalah membawa kasus ini ke CAS.

Kalau pada akhirnya opsi tersebut dipilih oleh kubu GT-AP, pemerintah akan menghormatinya. Namun, mereka berharap proses hukum di CAS cepat selesai agar masalah ini tidak berlarut-larut.

"Pemerintah juga menghormati adanya upaya-upaya hukum, termasuk melalui Court of Arbitration for Sport yang dilakukan oleh beberapa pihak untuk mencari keputusan yang adil berdasarkan ketentuan yang berlaku," kata Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, dalam jumpa pers di kantornya, Minggu (15/5/2011).

"Pemerintah berharap proses hukum ini bisa berjalan dengan segera sehingga penyelesaian dan kepastian hukum tentang ini bisa segera terwujud," tambahnya.

Andi berharap semua pihak bisa berpikir dengan jernih agar kisruh PSSI bisa segera selesai dan PSSI bisa kembali fokus ke peningkatan prestasi sepakbola nasional.

"Pemerintah mengimbau agar semua pihak untuk berpikir jernih agar solusi yang terbaik dapat tercapai demi kemajuan sepakbola nasional. Sudah waktunya sepakbola Indonesia mengharumkan nama bangsa di ajang internasional. Sudah terlalu lama kita mengurusi pengurus PSSI. Sudah waktunya kita berfokus pada pembinaan sepakbola sejak usia dini serta peningkatkan prestasi sepakbola secara nasional," ujar Andi.

( mfi / mfi )

0 comments:

Post a Comment