Jakarta - Hujan interupsi di sesi kedua Kongres PSSI dipicu oleh adanya petugas keamanan yang sempat melarang seorang peserta untuk berbicara. Agum Gumelar juga didesak untuk menjelaskan soal Komite Banding.
Ketika ada seorang peserta yang dihalang-halangi, sebagian peserta yang lain melayangkan protes. Mereka bangkit dari tempat duduknya, dan meminta Agum mengeluarkan mereka yang tidak tercatat sebagai peserta kongres.
Agum selaku pimpinan sidang meminta jaminan supaya peserta pun mau bersikap santun, tidak teriak-teriak. Akhirnya disepakati bahwa petugas keamanan berada di bagian belakang arena kongres.
Berikutnya, peserta yang berasal dari kelompok 78 mulai mempertanyakan hasil keputusan Komite Banding Pemilihan yang meloloskan pasangan George Toisutta-Arifin Panigoro, tapi keputusan itu tidak diterima oleh Komite Normalisasi.
Mereka meminta sidang memakai aturan yang ada, yaitu statuta FIFA dan PSSI. Agum lalu menjelaskan seperti yang selama ini ia katakan, bahwa GT-AP sedari awal tidak direstui oleh FIFA meskipun ia mengaku sudah memperjuangkan hal itu dan sudah minta maaf pula pada GT-AP karena tidak berhasil.
Saat ini sidang masih berlangsung. Walaupun tensi sedikit mereda, tapi sejauh ini belum tampak ada kesepakatan di antara kubu Kelompok 78 dan Agum. Sesi ini semestinya diisi dengan pemilihan ketua umum, wakil ketua umum dan anggota Komite Eksekutif PSSI.
( a2s / rin )
Friday, May 20, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment